
-
Tentang kami
-
Partner
- Berita
-
Keberlanjutan
- Karir
- Hubungi Kami
Pelarut organik adalah pelarut berbasis karbon (yaitu mengandung karbon dalam struktur molekulnya). Banyak kelas bahan kimia yang berbeda dapat digunakan sebagai pelarut organik.
Pelarut organik dapat bersifat polar dan non-polar bergantung pada gugus kepolaran yang dimilikinya. Pada proses kelarutan dalam pelarut organik, biasanya reaksi yang terjadi berjalan lambat sehingga perlu energi yang didapat dengan cara pemanasan untuk mengoptimalkan kondisi kelarutan. Larutan yang dihasilkan bukan merupakan konduktor elektrik. Contoh pelarut organik adalah alkohol, eter, ester, etil asetat, keton, dan sebagainya.
Lalu setelah mengetahui apa itu pelarut organik, bagaimana dengan pelarut anorganik? Pelarut anorganik merupakan pelarut selain air yang tidak memiliki komponen organik di dalamnya. Dalam pelarut anorganik, zat terlarut dihubungkan dengan konsep sistem pelarut yang mampu mengautoionisasi pelarut tersebut. Biasanya pelarut anorganik merupakan pelarut yang bersifat polar sehingga tidak larut dalam pelarut organik dan non-polar. Larutan yang dihasilkan merupakan konduktor elektrik yang baik. Contoh dari pelarut anorganik adalah ammonia, asam sulfat dan sulfuril klorid fluorid.
Informasi diatas ialah tentang pelarut organik dan anorganik, semoga apa yang dijelaskan dapat mudah dipahami dan membantu Anda menentukan pelarut bahan kimia yang sesuai kebutuhan Anda.
Jika Anda sedang mencari pelarut bahan kimia kualitas terbaik atau Anda ingin menjadi distributor bahan kimia kualitas terbaik dari Indochem Anda dapat mengunjungi https://www.indochem.co.id/product.
Image source: google